Tanaman Buah Pot – 0878 55000 800

Tanaman Buah Pot

Tanaman Buah Pot. Karena wadah yang terbatas, tanaman buah pot perlu dirawat secara khusus agar tumbuh optimal dan berbuah. Saat dalam masa pertumbuhan (fase vegetatif), tanaman akan bertumbuh menghasilkan akar, batang, dan daun. Pada saat dewasa, tanaman akan menghasilkan bunga dan buah (fase generatif). Ada beberapa hal penyebab tanaman buah pot sukar berbuah.

Tanaman Buah Pot. Pertama, tanaman buah pot yang berasal dari bibit hasil perkembangbiakan generatif (biji) membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah dibandingkan yang berasal dari bibit hasil perkembangbiakan vegetatif (stek, cangkok, sambung, okulasi). Contoh, tanaman buah pot Jeruk yang berasal dari biji dapat berbuah pada usia 5-7 tahun, sedangkan yang berasal dari bibit vegetatif dapat berbuah pada usia 1-2 tahun.

Tanaman Buah Pot. Kedua, setiap tanaman memiliki waktu berbuah yang berbeda-beda, yang dipengaruhi oleh faktor genetik. Tanaman buah pot yang mudah berbuah akan berbuah pada usia 6-18 bulan, seperti Jambu Biji, Jeruk Nipis, Belimbing. Yang tergolong tingkat menengah akan berbuah pada usia 1,5-3 tahun, misalnya Srikaya, Mangga, Delima. Bahkan, varietas yang berbeda pada jenis tanaman yang sama memiliki kemampuan berbuah yang berbeda.

Tanaman Buah Pot. Ketiga, media tanam yang salah. Media tanam berfungsi menunjang pertumbuhan akar dan menyediakan unsur hara bagi tanaman buah pot. Setiap tanaman membutuhkan media tanam yang tepat sesuai kebutuhan. Kondisi media tanam yang kurang baik dapat menghambat pertumbuhan tanaman buah pot, misalnya media tanam yang liat sehingga sukar ditembus akar, media tanam terlalu asam atau basa.

Tanaman Buah Pot. Keempat, kekurangan asupan hara. Kurangnya hara dapat menghambat pertumbuhan tanaman buah pot, baik pada masa vegetatif maupun generatif. Hal ini dapat diatasi dengan pemupukan yang tepat.

Tanaman Buah Pot. Kelima, aplikasi pemupukan tidak tepat. Penting untuk diketahui unsur apa yang diperlukan tanaman buah pot saat memasuki fase vegetatif dan generatif, agar aplikasi pemupukan dapat dilakukan secara tepat. Prinsipnya, unsur N (nitrogen) penting pada fase vegetatif untuk pertumbuhan akar, batang, dan daun. Saat fase generatif, yang dibutuhkan adalah unsur P (fosfor) dan K (kalium).

Tanaman Buah Pot. Keenam, pengairan yang tidak tepat. Ketersediaan air pada tanaman buah pot tidak boleh kekurangan atau berlebihan. Kekurangan air dapat menghambat pertumbuhan tanaman, menggugurkan bunga, sehingga buah tidak terbentuk. Air yang berlebihan membuat media tanam jenuh, liat, dan mengurangi kandungan oksigen, sehingga akar kesulitan menyerap unsur hara. Akar mudah busuk karena air yang berlebihan.

Tanaman Buah Pot. Ketujuh, lingkungan tumbuh tidak sesuai. Setiap tanaman buah pot membutuhkan lingkungan tumbuh yang berbeda. Lingkungan tumbuh, meliputi ketinggian tempat, suhu, intensitas cahaya matahari, curah hujan, dan kelembaban. Kenali tanaman buah pot Anda, lingkungan tumbuh seperti apa yang dibutuhkannya.

Informasi lebih lanjut bisa klik Bibit Buah.

Baca artikel Tanaman Buah Dalam Pot.

Back to Home.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s